Haris :  Kekuatan Doa dan Sedekah, Rahasia Sukses Bisnis Perintis

Madani Peduli – Membangun bisnis jika didasari niat awal memperkaya diri sendiri, dipastikan perjalanannya tidak akan mampu bertahan lama. Sebab dalam pikirannya yang ada hanya mengejar materi. Seluruh prilakunya juga dikuasai hawa nafsu dunia. Dalam sekejap bisnis yang dikelola seperti itu, pasti runtuh.

“Pengalaman bisnis ambruk karena dikuasai nafsu dunia, pernah saya alami. Dalam pikiran saya saat itu. Bagaimana bisa cepat kaya, dapat untung. Waktu itu buka usaha keripik kentang dan ayam goreng. Hanya mampu bertahan dua tahun, kerugian total mencapai Rp 350 juta. Bisnis akhirnya kandas. Saya menyadari itu, karena dari niat awalnya saja sudah salah. Hanya mengejar dunia, sehingga jauh dari akherat,” ungkap Haris Owner CV. Karya Offset Surabaya membuka percakapan dengan tim Madani Peduli.

Belajar dari kesalahan itu, ia kemudian mulai merubah niat bisnis baru yang dirintisnya dengan pendekatan spiritual. Berupa peningkatan ibadah dan doa yang dipanjatkan banyak orang secara bersama-sama. Ia meyakini kekuatan doa yang dilakukan secara terus menerus oleh banyak orang akan lebih didengar oleh Sang Maha Kuasa.

“Dulu bisnis mengalami kegagalan karena niatnya sejak awal sudah salah. Doa pun sendirian, bisa jadi doa itu tidak dikabulkan oleh Allah, karena mungkin saya punya kesalahan sehingga doa terganjal dosa dan kesalahan itu. Kemudian saya baru sadar, jika doa yang dipanjatkan bersama-sama oleh banyak kepala, tentu hasilnya berbeda dengan doa yang dilakukan sendirian. Sebab kita tidak pernah tahu, doa mana yang dijawab oleh Allah. Bisa jadi doa karyawan lebih tulus dan diijabahi Allah,” akunya dengan tatapan menerawang.

Kekuatan doa karyawan secara bersama-sama itu, akhirnya menjadi jawaban dari keberhasilan usaha percetakan yang dirintisnya sejak tahun 2015. Pelan namun pasti, usahanya mulai menunjukan peningkatan cukup tajam.

“Awalnya menempati lokasi produksi di dua petak rumah di kawasan padat penduduk. Kini Alhamdulillah sudah bisa beroperasi di dua gudang produksi dengan total aset miliaran rupiah, karyawan juga terus nambah. Sekarang sudah ada sekitar 46 pegawai,” tutur pengusaha muda kelahiran Surabaya, 39 tahun silam ini.

Haris menuturkan perusahaan percetakan yg dirintisnya bisa besar sampai detik ini, juga tidak lepas dari doa dari anak-anak yatim piatu. Doa anak yatim piatu diyakini memiliki kekuatan yang luar biasa karena mereka adalah anak-anak yang suci dan terjaga dari dosa-dosa orang tua. Doa mereka yang tulus dan tanpa pamrih dipercaya mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

“Perjalanan titik balik saya hingga bisa bangkit dan kembali memiliki usaha pasca bangkrut, tidak lepas dari doa anak-anak yatim piatu. Anak-anak yang tidak mempunyai orang tua ini, jika berdoa seperti tidak ada penghalang. Doanya langsung tembus ke langit dan didengar Allah. Berkat mereka, usaha kami bisa besar seperti sekarang,” kata dia.

Bahkan, imbuhnya, saat pandemi covid-19 melanda, banyak perusahaan tutup karena sepi order. Namun percetakan miliknya justru banjir order. Semua ini diyakini sebagai jawaban dari doa anak-anak yatim piatu yang selama ini sering mendapatkan santunan dan sedekah dari perusahaannya.

“Mereka ini sudah lama kehilangan kasih sayang, karena kedua orang tuanya telah meninggal. Lalu kami hadir memberikan santunan rutin, menyatukan hati kami. Ibaratnya kami memberi makan mereka, yang orang lain (perusahaan lain) tidak melakukannya. Sehingga saat covid-19, banyak yang lockdown, namun kami justru berkibar. Semua berkat doa orang yang kami beri makan. Doa anak yatim piatu dan karyawan menjadi kekuatan maha dahsyat,” ulas alumni perpajakan Unair angkatan 2004 ini.

Bahkan, Kekuatan doa ini mampu menjadi penghubung pada Allah sehingga segala permasalahan hutang perusahaan bisa terselesaikan tepat pada waktunya. “Alhamdulillah, melalui kekuatan doa dan upaya tinggi serta tekad kuat, akhirnya kredit untuk pembayaran gudang produksi senilai Rp 2,5 milyar dalam waktu tempo 5 bulan, bisa terbayar lunas,” ujar Haris dengan senyum mengembang.

Oleh karenanya, Suami Setyo Wardanik ini berkesimpulan untuk bisa menciptakan perusahaan yang lebih maju dan besar, butuh doa dari banyak orang. Maka ia bercita-cita bagaimana caranya bisa memiliki ribuan karyawan dengan cara membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

“Memberi makan banyak jiwa, menjadi kekuatan doa dan semangat bersama dalam mewujudkan harapan membesarkan perusahaan. Jika seorang karyawan saja bisa memberi makan banyak orang dalam satu keluarganya, maka seandainya ada ribuan karyawan, sudah berapa jiwa yang turut mendoakan untuk kemakmuran bersama,” terang ayah dari satu putra ini.

Untuk memperkuat dan mempertebal doa, Haris juga bercita-cita memiliki yayasan yatim piatu. “Yayasan yatim piatu yang akan kami dirikan ini nantinya merupakan visi misi sosial dan agama. Sedekah buat mereka berupa pemberian beras, santunan uang untuk lauk pauk dan lain-lain, bisa menjadi kekuatan doa yang besar pula. Semoga Allah meridhoi,” harapnya.

Mengutip Syekh ‘Alauddin al-Baghdadi dalam kitab Tafsir Lubabut Ta’wil fi Ma’ani at-Tanzil menjelaskan tiga alasan mengapa Islam mengharuskan umatnya menjaga dan merawat anak yatim dan yatim piatu. Pertama, mereka masih kecil dan belum dapat mengatur pola kehidupannya. Kedua, mereka ditinggalkan sosok seorang ayah atau/dan ibu.tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah karena telah wafat. Ketiga, mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Ada pula sebuah riwayat hadis dari Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW menggambarkan orang yang mengurus anak yatim atau yatim piatu sebagai berikut:
“Barangsiapa mengurus 3 anak yatim maka ia ibarat orang yang melakukan qiyamul lail pada malam harinya, berpuasa pada siang harinya, berangkat pagi dan sore hari dengan pedang terhunus di jalan Allah, aku dan dia berada di surga seperti dua saudara sebagaimana dua ini yang bersaudara.” Dan beliau menempelkan dua jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Ibnu Majah),” tegasnya.

Haris berpedoman dengan memberikan santunan kepada anak yatim atau yatim piatu dijauhkan dari siksa api neraka dan dijamin masuk surga. Sesuai dalam Hadist Rasulullah SAW, beliau bersabda:

“Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah).

“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni,” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

Bentuk kepedulian untuk mengejar akherat, bisa disalurkan melalui program wakaf tanah bagi pengembangan pendidikan Madani peduli. Selain itu bisa juga berupa zakat dan sedekah Peduli Guru Ngaji (Fisabilillah) dan peduli santri tahfidz qur’an. Dipilihnya Madani Peduli sebagai tempat menyalurkan zakat, infaq serta sedekah karena Madani Peduli fokus pada pendidikan Tahfidz Al Qur’an, hingga saat ini Madani Peduli sudah meluluskan santri sebanyak 30 tahfidz dengan biaya dari para infaq donatur.

Anda berniat menjadi mitra dalam pendidikan Al Qur’an
Informasi selengkapnya

www.madanipeduli.or.id
Hub layanan Madani Peduli 0812-3000-0561
Donasi Rek. BSi 99 561 561 62

Dilihat 142