H. Muhammad Ali

Ungkap Rahasia Bisnis Anti-Rugi Fii Dunnya Wal Akhirah Till Jannah

Bisnis dan spiritual bagaikan dua sisi mata uang. Keduanya tidak bisa dipisahkan saat menjalankan roda usaha. Sehingga melalui penerapan dua hal itu, seorang pebisnis bisa mendapatkan keberkahan dan keselamatan baik di dunia dan akherat hingga surga.

“Tidak bisa dipisahkan antara bisnis dan spiritual. Ibarat dua sisi mata uang, keduanya harus seimbang. Sebagaimana dalam doa sapu jagat. Rabbana atina fid-dunya Hasanah, wa fil-akhirati Hasanah, waqina ‘adzaban-nar, yang arti dan maknanya memohon kebaikan di dunia (bisnis) dan akhirat serta perlindungan dari sisa neraka (Spirit religi),” beber H. Muhammad Ali membuka perbincangan dengan tim Madani Peduli.

Pengusaha Resto yang akrab dipanggil dengan sebutan Gus Ali ini, mengungkapkan antara bisnis dan akherat harus seimbang sehingga sama-sama Hasanah. Bagi pebisnis muslim, penting untuk tetap menjaga konsistensi dalam menjalankan roda usaha demi tercapainya tujuan akherat.

“Dalam doa sapu jagat sudah jelas harapan kita sebagai pengusaha muslim yakni tujuan berbisnis adalah tangga menuju akherat. Sebab jika bisnis hanya mencari untung semata (dunia) tanpa memikirkan spiritual (akherat) maka tidak akan mendapatkan ketenangan, keimanan dan kebahagiaan,” tekannya mengingatkan.

Owner dari 7 usaha kuliner ini memastikan jika bisnis sekedar dilandasi motivasi cari untung, maka yang terjadi banyak penyimpangan. Sehingga sisi spiritual penting untuk menjalankan peran kontrol dalam bisnis demi tercapainya keberkahan.

“Kalau pengusaha hanya melulu mengedepankan bisnis is bisnis maka yang mungkin banyak terjadi seperti keserakahan, korupsi, manipulasi dan sikap mudah berbohong. Nah, untuk mencegah itu semua, perlu ada sisi religi yang menaungi usaha tersebut,” tandasnya.

Dalam koridor bisnis, lanjut Gus Ali, seorang pengusaha muslim tidak boleh lepas dari pegangan agama, dunia dan akhirat. Sebab bisnis, jika dijalankan sepenuhnya memperhatikan pada tiga hal itu, yakni agama, dunia dan akhirat dijamin tidak rugi, malah pasti untung.

“Usaha anti rugi bagi pengusaha muslim, senjata utamanya apa? Yakni Fiddini waddunya wal akhirah yakni agama, dunia dan akhirat kelak. Jika kita sudah memikirkan hingga tahap akhirat maka akan dapat till Jannah yaitu sampai surga,” jelas entrepreneur kelahiran Pati, 15 Maret 1977 ini.

Gus Ali menyebut untuk bisa mendapat bisnis anti rugi tadi, pebisnis wajib menyisihkan sebagian harta yang telah diperoleh atau dimiliki untuk kegiatan sosial. Pedoman dari perniagaan anti rugi tersebut, telah disampaikan melalui Firman Allah SWT dalam QS. Al Fatir ayat 29.

“Ada tiga hal yang dijamin perniagaan anti rugi. Seperti yang tercantum dalam Surah Al Fatir ayat 29 antara lain membaca kitab Allah (Al-Qur’an), mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan,” terangnya.

Alumni UGM, jurusan sastra Arab ini mengajak semua penguasa muslim untuk tiada hentinya bersedekah agar usahanya selalu untung. Seperti dalam QS. Munafikun ayat 10. kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali). Bahkan orang yang sudah mati, ingin dibangkitkan lagi agar bisa mendapat kesempatan sedekah

“Senang bersedekah atau giving dalam bentuk memberi merupakan tingkatan paling tinggi dalam bisnis anti rugi. Pada akhirnya, ujung perjalanan hidup (mati), semua orang pasti mem-given-kan segala yang dimiliki. Faashodaqoh, Kuserahkan semuanya (harta) tapi aku hidupkan lagi Ya Allah, supaya aku bisa Engkau sebut sebagai hamba ahli sedekah dan hamba yang sholeh,” tutur pengusaha kuliner yang dikenal ramah murah senyum ini.

Pengusaha jebolan pondok Salafiyah Al Muhsin Jogyakarta dan Falahiyah Mlangi mengingatkan pentingnya mempersiapkan kehidupan setelah mati. Tentunya melalui sedekah, menjadikan setiap waktu di kehidupan bisa bermanfaat, ditambah amalan bacaan doa keselamatan dan nikmat dunia hingga akhirat.

“Doa ini menjadi pengingat kita bersama yakni Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaabi, rabbanaa laa tuzigh quluubana ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa ‘adzaa ban naar,” pungkasnya.

Bentuk kepedulian untuk mengejar akherat, bisa disalurkan melalui program wakaf tanah bagi pengembangan pendidikan Madani peduli. Selain itu bisa juga berupa zakat dan sedekah Peduli Guru Ngaji (Fisabilillah) dan peduli santri tahfidz qur’an. Dipilihnya Madani Peduli sebagai tempat menyalurkan zakat, infaq dan sedekah karena Madani Peduli fokus pada pendidikan Tahfidz Al Qur’an, hingga saat ini Madani Peduli sudah meluluskan santri sebanyak 30 tahfidz dengan biaya dari para infaq donatur.

Ayo bergabung menjadi keluarga donatur Madani Peduli

Hubungi: 081230000561
Donasi Rek BSI 99 561 561 62
An. Madani Peduli – YGQ Madani
www.madanipeduli.or.id

Dilihat 503