
Seberat apapun masalah dalam hidup, Allah adalah sebaik-baiknya Penolong dan Pelindung. Termasuk ketika menghadapi fitnah, maka yang utama adalah berserah diri kepada Allah (tawakal). Sebab tawakal membantu menjaga ketenangan hati di tengah serangan fitnah.

“Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir artinya Cukup Allah (menjadi penolong) bagi kami, Dia sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. Ini, saya pegang teguh ketika mendapat fitnah yang luar biasa di sebuah perusahaan besar. Posisi saya masih karyawan pada saat itu,” ungkap Chanifah Tri Handayani membuka percakapan dengan tim Madani Peduli.

Fitnah itu, lanjutnya sengaja gencar disebarkan agar ia bisa ditekan dan dipaksa keluar dari perusahaan tersebut. Prestasi kerja yang telah dicapai dengan susah payah akhirnya hancur. Bahkan reputasi pribadi yang selama bekerja terbangun baik juga tercoreng.
“Ibaratnya sudah tidak ada lagi kemana tempat mengadu untuk membersihkan nama. Akhirnya, saya berserah diri kepada Allah (tawakal) dan bersikap pasrah, menyerahkan segala urusan dan keputusan kepada Allah. Ini bukan berarti pasif, tetapi meyakini bahwa hasil akhir sepenuhnya pada Allah dan ridho-Nya adalah yang terbaik,” terang alumnus Unitomo jurusan komunikasi ini.

Setiap kali mengadu di ujung doa dan sholat, tak jarang air matanya berurai. Ia meyakini pertolongan Allah tak lama akan datang padanya. Seperti yang tertuang dalam firman Allah, QS. At-Talaq: 3 “Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)”.
“Janji Allah melalui firman-Nya selalu benar. Belum sampai saya resign dari perusahaan lama, saya langsung dapat penggantinya (Pekerjaan) yang lebih baik. Itupun hanya dalam hitungan hari. Alhamdulillah karir pekerjaan baru tersebut berjalan lancar sampai saat ini,” tutur Owner Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ova Mustopa Soleh dan rekan cabang Surabaya dan sekaligus direktur utama CV Trustworthy Corporindo.
Hikmahnya, itulah cara Allah dalam mengarahkan perjalanan seseorang. Beratnya cobaan bukanlah akhir dari hidup. Tergantung bagaimana menyikapinya. Termasuk meyakini bahwa dibalik setiap permasalahan berat, Allah telah siapkan rencana yang lebih indah. Selain itu tidak kalah penting dalam pencapaian sejauh ini yaitu dukungan positif dari suami,anak2,orang tua, dan tim.
“Ditengah mental down itu, saya tetap husnudzon atau berbaik sangka sama Allah. Alhamdulillah, dengan adanya fitnah itu, justru mengantarkan saya mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Seandainya tidak kena fitnah seperti itu, mungkin selamanya saya akan jadi karyawan biasa sampai sekarang,” ucap penyuka Travelling ini.
Pengalaman itu, kemudian ditularkan kepada seluruh pegawai KJPP yang dipimpinnya. Kepada karyawan muslim, ia menyampaikan arahan dalam menyusun skema kerja sesempurna apapun, hasilnya pasrahkanlah pada Allah. Jika ternyata hasil akhirnya tak sesuai harapan, tidak perlu kecewa. Sebab Allah Maha Tahu yang terbaik buat hamba-Nya.
“Hakekat keimanan sejatinya adalah berserah semua pada keputusan Allah SWT. Sebab suatu hasil dengan perolehan nilai yang besar, belum tentu itu baik buat kita. Demikian pula dengan hasil yang ternyata tidak sesuai harapan, kita juga tidak boleh kecewa. Karena bisa jadi Allah tengah menyelamatkan kita dari keburukan. Jadi, Yakinlah semua rencana Allah, pasti lebih indah,” ujar ibu dari tiga putra ini.
Hal lain yang tak kalah penting dalam bekerja yakni didasari dengan hati tulus dan ikhlas. Tidak mengutamakan kepentingan pribadi semata. Namun juga harus memikirkan azas manfaat yang lebih besar bagi banyak orang.
“Sehingga dengan memikirkan orang lain, InsyaAllah kita terhindar dari keputusan yang salah dan merugikan banyak orang. Azas kebermanfaatan ini penting dalam bekerja. Seberapa banyak manfaat yang dirasakan, itu harus ditanamkan dalam setiap karyawan,” tandasnya.
Perempuan kelahiran Surabaya 41 tahun lalu ini menegaskan bekerja tidak sekedar mencari untung besar, namun juga harus dipikirkan manfaat yang dihasilkan. Percuma saja jika hasil yang dicapai untung besar, namun manfaatnya tidak bisa dirasakan banyak pihak.
“Yang penting dapat untung besar selesai. Bukan begitu konsepnya. Contoh ada marketing Brooker yang menawarkan pekerjaan dengan nominal serta keuntungan besar. Jika kita menuruti nafsu pasti langsung diambil tanpa memikirkan resiko besar yang ditimbulkan setelah itu,” ulas wanita yang telah 17 tahun berkecimpung di jasa penilaian aset ini.
Mantan karyawan perbankan ini menegaskan keputusan yang tidak matang dengan didasari penguasaan hawa nafsu semata, akan sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup perusahaan di masa mendatang. Karena itu, penting dalam mengambil setiap keputusan harus didasari hati yang tulus ikhlas berserah pada Allah. Itulah yang disebut dengan Keimanan.
“Mendapat tawaran dengan keuntungan besar pasti mengiurkan. Namun sekali lagi, analisa cermat dan hati yang tulus berserah pada Allah merupakan suatu modal kekuatan besar. Sehingga jangan sampai keputusan dalam mengambil pekerjaan dengan keuntungan besar itu kemudian berdampak mencelakai banyak pihak, dan ini bisa merugikan perusahaan untuk jangka panjang,” tegasnya.
Bungsu dari dua bersaudara ini menekankan kejujuran menjadi kunci penting dalam membangun jembatan kepercayaan antara perusahaan mitra dengan lembaga yang dipimpinnya. Sebab tanpa kejujuran akan muncul rasa saling tidak percaya
“Kejujuran penting untuk terbangunnya trust atau kepercayaan. Melalui sifat jujur ini, Alhamdulillah perusahaan jadi makin dipercaya. Disisi lain, menanamkan kejujuran membuat tim bekerja maksimal dan capaian hasil menjadi lebih baik,” seru Difa panggilan akrab Chanifah Tri Handayani.

Kendati demikian memimpin 12 karyawan dengan beragam latar belakang berikut permasalahannya bukanlah hal mudah. Difa mengakui butuh strategi dalam meningkatkan keimanan pegawai. Dalam waktu dekat, ia merencanakan akan mengandeng lembaga filantropi Madani Peduli dalam memberikan bekal agama melalui kajian spiritual.
“Program kajian spiritual bagi Corporate and community yang digagas Madani peduli sangat bagus menurut saya. InsyaAllah kami akan adakan dalam waktu dekat untuk memberikan tambahan pengetahuan agama bagi karyawan. Biar mereka dapat pencerahan seperti cara busana yang syar’i, kriteria mencari pasangan hidup hingga bekerja dengan hati tulus ikhlas serta jujur,” pungkas anggota Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) Jawa Timur ini dengan senyum mengembang.

Madani peduli lembaga filantropi Islam yang mengelola dana zakat, infaq sedekah wakaf dan CSR, untuk membiayai Lembaga Pendidikan Graha Qur’an Madani berbasis wakaf dibawah naungan Yayasan Graha Qur’an Madani Pies,.
Saat ini tercatat kurang lebih 165 binaan santri dan 25 tenaga pendidik dan karyawan dengan dua satua pendidikan yaitu Pondok Tahfidz (TPQ) dan KB TK.
Madani Peduli memiliki program utama Wakaf Pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz yang berlokasi di Graha Kota Suko Sidoarjo.
Sementara untuk program jangka pendek adalah pembebasan lahan untuk tempat pendidikan karena saat ini masih menempati bangunan kontrakan. Salurkan donasi terbaikmu untuk membantu mewujudkannya. Jadikan jariyah ini sebagai amalan dengan pahala yang tidak terputus setelah wafat nanti.
Ayo bergabung menjadi keluarga donatur Madani Peduli
Hubungi: 081230000561
Donasi Rek BSI 9956156162
An. Madani Peduli – YGQ Madani
www.madanipeduli.or.id