Gandeng Corporate dan Community Graha Qur'an Madani Gelar Kajian Rutin Karyawan

Ustadzah Novi Larasati (kiri) menerima tanda kasih perwakilan dari CV BMJ

Madani peduli – Sebagai lembaga sosial keagamaan, Graha Qur’an Madani terus meningkatkan komitmen edukasi nilai-nilai Islami bagi semua lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Salah satunya melalui program Kajian rutin bersama Corporate and Community yang di gelar di kantor CV. Berlian Mitra Jaya (BMJ) sebuah perusahaan bergerak di bidang produksi kopi khas aneka rasa dan distributor parfum 99, di kawasan Sukodono, Kebonagung, Sidoarjo.

Menurut pemateri Graha Qur’an Madani, Ustadzah Novi Larasati, S.S, M.Pd. tujuan diadakan kajian rutin ini untuk meningkatkan pemahaman
 agama, mempererat tali silaturahmi, dan membentuk karakter yang lebih baik sesuai ajaran Islam.

“Selain mempererat tali silaturahmi antar pegawai, kajian ini juga berfungsi sebagai wadah untuk memperdalam ilmu agama, memperkuat iman dan takwa, serta meningkatkan solidaritas sekaligus mempertebal rasa kepedulian terhadap masyarakat terutama di lingkungan perusahaan itu berada,” ungkap Ustadzah Novi, Sabtu (5/7/2025).

Karyawan CV BMJ antusias menyimak kajian spiritual tema “Taman Surga di Dunia”

Ia menyebut rasa peduli yang dimaksudnya itu, sejalan dengan tema kajian kali ini yakni Taman surga di dunia. Menurutnya kehadiran sebuah perusahaan yang paham betul akan nilai-nilai ajaran islami, di tengah lingkungan masyarakat bagaikan taman surga di dunia.

“Jika berdiri sebuah perusahaan islami di tengah kawasan perumahan seperti ini, seperti patut disyukuri. Ini laksanakan taman surga di dunia. Karena akan mendatangkan banyak manfaat bagi orang-orang yang ada di sekitarnya,” terang ustadzah yang dikenal ramah dan murah senyum ini.

Manfaat pertama, lanjutnya yakni rutin mengadakan kajian pendalaman agama. Pesertanya selain karyawan bisa juga tetangga kanan kiri. Manfaat kedua, jika tetangga ada yang sakit di rumah saat ia sendiri dan tidak ada keluarganya atau orang lain yang tahu. Otomatis karyawan perusahaan itu yang memberikan pertolongan pertama membawa berobat.

“Tidak hanya tolong menolong saat sakit. Bahkan jika ada warga kurang mampu atau keluarga dhuafa, perusahaan seperti ini, saya yakin pasti sedikit banyak langsung gercep memberikan sedekah atau amal jariyah,” tuturnya disambut anggukan kepala peserta kajian.

Ustadzah Novi menekankan saat ini masih banyak perusahaan yang krisis dengan pemahaman islami. Bahkan untuk kebutuhan spiritual karyawan ada perusahaan yang menghalangi dan tidak boleh dikerjakan.

“Anda bersyukur perusahaan ini paham pentingnya agama. Seperti mengadakan kajian rutin setiap Sabtu, agar apa? Supaya pengetahuan agama karyawan bertambah dan ketakwaan kepada Allah SWT meningkat. Ada lho, perusahaan yang melarang pegawai pria untuk sholat Jum’at. Bahkan sibuk menggelar rapat. Bahkan hak karyawan muslim untuk sholat wajib, ada juga yang tidak diberikan. Naudzubillah min dzalik,” tegasnya.

Ustadzah Novi Larasati foto bersama berserta kajian spritual

Ia berpesan agar perusahaan seperti itu, untuk segera sadar dan berbenah diri. Tim Graha Qur’an Madani siap memberikan masukan dan bersedia membantu menjadi konsultan agama bagi perusahaan yang membutuhkan.

“Tidak hanya perusahaan, kelompok komunitas pun Monggo jika butuh bantuan terkait kajian agama atau butuh edukasi seperti belajar mengaji, baca tulis Al-Qur’an. Kami dengan tangan terbuka menyambutnya dengan tulus. InsyaAllah, perusahaan yang memperhatikan agamanya makin dimudahkan semua urusan bisnis,” pesannya.

Seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an, QS. Al-Jumu’ah: 10, “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Ayat ini, kata Novi, mendorong umat Islam untuk bekerja dan mencari rezeki setelah menunaikan ibadah shalat.

“Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai etika bisnis dalam Islam, diharapkan umat muslim dapat menjalankan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” tutupnya mengakhiri kajian agama.

Dilihat 208